Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik dan Kemerdekaan Indonesia

Jaman SD dulu, sesudah itu jaman SMP, berlanjut ke SMA saya selalu berpikir kalau tahun 1945 itu adalah masa yang jadul banget. Sering terheran-heran, hebat ya orang jaman itu sudah bisa memproklamasikan kemerdekaannya, sudah bisa ada revolusi. Yah begitulah kalau kurang wawasan. 😀 Padahal sebenarnya ini tidak sepenuhnya benar. Melihat sejarah dunia, Indonesia (juga hampir kebanyakan negara Asia-Afrika) bisa dibilang ketinggalan jaman dalam hal revolusi menuju kemerdekaan.

Pemantik pertama revolusi terjadi di Perancis abad 18, dua abad sebelum Indonesia merdeka. Dulu disana, kaum borjuis dan para tuan tanah tidak puas dengan aturan Raja -yang mendapat dukungan penuh dari organisasi agama- yang tidak menguntungkan mereka. Para tuan tanah ini kemudian memanas-manasi para buruh dan petani bergabung menjatuhkan kekuasaan Raja. Akhirnya berdirilah Perancis baru dengan semboyan Liberte, Egalite, Fraternite. Dalam perkembangan selanjutnya tidak tahu bagaimana perkembangan nasib para buruh dan petani itu, mungkin secara politis mereka merdeka, tetapi secara ekonomi masih dibawah kekuasan kaum borjuis dan tuan tanah.

Revolusi yang bisa dibilang sumber inspirasi pergerakan kemerdakaan negara dunia ketiga adalah Revolusi Rusia atau Revolusi Bolshevik pada tahun 1917. Inspirasi dari revolusi ini sendiri pastilah juga adalah Revolusi Perancis, kali ini dengan versi revisi. Pada revolusi Perancis, para buruh bisa dibilang hanyalah boneka kaum Borjuis dan tuan tanah, sedangkan di Rusia, para buruh terpelajar atau kaum proletar-lah yang menjadi otak pergerakan. Mimpi indah revolusi ini adalah negara dimana kesetaraan individu adalah tujuan akhir. Namun kata partai komunis, negara yang baru merdeka itu harus dibimbing dulu menuju pada tujuan akhir itu, akhirnya “pembimbingan” itu sayangnya berubah menjadi pemerintahan diktator dan otoriter yang kelam.

Beruntunglah Indonesia memiliki para tokoh-tokoh muda awal abad 20, sesudah mulai ada politik etis Belanda untuk menutupi ketamakan imperialis dan kapitalisnya waktu itu. Intinya adalah pendidikan yang menambah wawasan. Sebutlah pendiri Budi Utomo yang bersekolah dokter, Bung Hatta atau Sjahrir yang berkesempatan bersekolah ke Belanda, Bung Karno seorang insinyur, Tan Malaka yang sempat berkelana kesana kemari, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh waktu itu dengan wawasan baru yang menjadi motor pergerakan kemerdekaan. Revolusi di Rusia memang sangat berpengaruh, penggambaran suasana waktu itu ada di novel Pramudya dengan tokoh Mingke yang intinya bilang: “Wah hebat orang Jepang itu, satu individu mereka sudah dianggap setara satu individu orang barat, saudara kita orang Cina sudah membentuk organisasi yang akhirnya satu organisasi itu dianggap setara dengan satu individu orang Barat, karena itu marilah kita membentuk satu organisasi juga!” Tan Malaka sendiri di tahun 20-an bilang: “Di tahun-tahun moderen ini..”

Proklamasi kemerdekaan adalah klimaks perjuangan. Marilah berterima kasih kepada para pendiri organisasi dan partai entah keagamaan dan nasionalis tahun 1900-an itu. Marilah berterima kasih kepada Tan Malaka peletak visi misi negara kebangsaan Indonesia berwawasan Nusantara. Berterima kasihlah kepada para founding fathers yang membidani kelahiran negara bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika yang luar biasa itu, banyak suku, agama, bahasa daerah, kebudayaan, tapi satu dibawah Indonesia. Mari berterima kasih juga kepada para tokoh pejuang yang mempertahankan kemerdekaan itu.

Merdeka adalah modal awal. Sekarang mari kita bertanya bagaimana nasib masyarakat Indonesia sekarang? Secara politis merdeka, secara ekonomi, agak ketir kita akan menjawab belum. Berhatilah-hatilah terhadap trik-trik globalisasi, perdagangan bebas, dan sejenisnya. Jangan sampai Indonesia yang dirugikan. Tahun 1945 itu sudah moderen, sekarang ini lebih moderen lagi, jangan sampai masyarakat Indonesia cuma begini-begini saja. Bung Karno pernah bercita-cita kesetaraan di bidang politik dan ekonomi lewat Trisakti. Semoga suatu saat benar menjadi kenyataan.

Dirgahayu Indonesia, 65 Tahun sudah Indonesia merdeka..

*gambar dari http://www.english-online.at/history/french-revolution/french-revolution.htm, http://www.ovimagazine.com/art/5014 dan http://www.sumintar.com/mengenang-detik-detik-proklamasi-kemerdekaan-negara-kesatuan-republik-indonesia-nkri.html

Advertisements

4 thoughts on “Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik dan Kemerdekaan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s