Pengaruh Tintin dan Bob Sadino Terhadap Passion Anak-Anak

Ckckckck..judulnya kayak judul skripsi aja..

Menurut saya sih buku bacaan masa kecil dan remaja masuk dalam salah satu faktor yang memberikan influence terhadap passion kita dalam hidup. Saya jadi berpikir begitu dari melihat contohnya saya sendiri.

Misalnya, saya suka jalan-jalan saya yakin terpengaruh bacaan kayak petualangan Tintin, atau buku Karl May tentang Winnetou dan Old Shatterhand, atau buku tentang Lima Sekawan dan beberapa karangan Enid Blyton lainnya, dan lain lain.

Saya juga jadi suka bidang elektro mungkin gara-gara bacaan juga. Misalnya inspirasi dari Jupiter di buku Trio Detektif yang suka membuat dan merakit alat sendiri, yang membuat markas mereka tersembunyi dibalik rongsokan barang-barang bekas lengkap dengan pintu rahasia, kamera tersembunyi dan intercom. Atau gara-gara baca Doraemon jadi terinspirasi untuk membuat mainan sendiri kayak punya Doraemon. Kalau di kisah Smurf saya paling senang si Smurf bagian engineering yang suka bikin alat-alat itu. Tapi saya paling senang cerita tentang anak-anak Klub Ilmuwan Edan atau Mad Scientists’ Club (jadi ingat EDC jaman kuliah) karangan Bertrand R. Brinley, bagaimana mereka membuat alat-alat untuk isengin warga kota mereka, dari rumah berhantu, penampakan UFO, sampai monster di danau, tapi kadang mereka membantu warga juga misalnya pernah membuat alat pembuat hujan buatan gara-gara perkebunan apel kenalan mereka yang kekurangan air.

Nah satu hal menarik yang saya perhatikan, bacaan anak dan remaja itu sedikit sekali dengan tema kewirausahaan atau enterpreneurship. Kebanyakan adalah tentang petualangan, pahlawan atau hero, tentang para penemu, dan tentang raja-raja penakluk atau para jenderal. Sebenarnya ada cerita-cerita tentang penemu yang jadi pengusaha, tapi unsur kewirausahaannya kurang ditekankan. Saya sendiri sampai kuliah sedikit sekali minat di bidang enterpreneurship atau ekonomi. Dulu saya paling sebal lihat kolom ekonomi di harian Kompas. Saya yakin itu salah satunya gara-gara faktor bacaan masa kecil juga. Waktu kerja baru sedikit terbuka setelah ketemu teman-teman baru di Jakarta.

Jadi saya pikir salah satu cara menanamkan enterpreneurship sejak dini itu adalah menggalakkan buku-buku entah fiksi atau non fiksi yang menarik untuk anak-anak dan remaja. Misalnya kisah Bob Sadino dibuatkan komik, atau kisah Warren Buffet, atau Richard Branson dan seterusnya. Kesulitannya memang tema ini kurang menarik untuk anak-anak.

Dengan mempengaruhi otak dan passion sejak anak dan remaja mungkin mindset pada umumnya untuk jadi karyawan atau PNS bisa berkurang dan berganti jadi jiwa-jiwa enterpreneur yang humanis berjiwa petualang misalnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s