Life of Pi

Saya pernah melihat buku dengan judul yang sama di toko buku tapi gak tertarik membacanya, eh ternyata sekarang malah sudah difilmkan. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga dari India yang beremigrasi ke Kanada dengan membawa serta milik mereka yang mungkin bisa dijual di Kanada yaitu hewan-hewan seisi kebun binatang. Kapal yang mereka tumpangi kemudian terjebak badai hebat di Samudera Pasifik lalu akhirnya karam diterjang ombak besar.

Dan dimulailah petualangan Pi yang berhasil bertahan di atas sebuah sekoci gara-gara sikap kritis dan rasa penasarannya. Jika Robinson Crusoe (tokoh rekaan Daniel Defoe) sibuk bertahan hidup di daratan maka Pi lebih banyak menghabiskan waktunya bertahan hidup di atas sekoci bersama seekor harimau Bengali yang kharismatik. Kisah dua mahkluk yang tersisa diatas sekoci ini dimulai sesudah pertarungan mematikan antara seekor hyena, zebra, orang utan, dan sang harimau.

Selanjutnya film ini mengalir seperti membawa kita berada dalam sebuah negeri dongeng. Penguatan emosi lewat gemerlap bintang bercahaya samar berpendar-pendar di langit malam, atau kedalaman laut gelap kelam biru tua dihiasi pendar cahaya mistis ubur-ubur dan mahkluk laut lainnya, atau ganasnya badai di lautan terbuka membuat film ini mungkin lebih baik jika ditonton versi 3D nya. Saya suka sekali permainan dengan cahaya-cahaya mistis ini.

Life of Pi

Jujur saja kisahnya tidak terlalu menarik, saya pribadi lebih suka cerita Robinson Crusoe. Tapi ketika sampai pada akhir film, apabila kita mau mengandaikan bahwa Pi adalah sang harimau itu sendiri, barulah betapa tersadarnya kita akan perjuangan bertahan hidup dan terutama pergulatan batin seorang pemuda bernama Pi itu yang malahan bukanlah tentang bertahan hidup diatas laut itu sendiri tetapi bahkan terentang hingga mempertanyakan kemanusiaan dalam kehendak Tuhan. Kuasa hukum kapal yang mendengar kisah dua versi itu sadar betapa sedihnya sesungguhnya yang terjadi.

Well, ini pendapat gue saja, kalau elo elo pade nonton mungkin punya pendapat masing-masing 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Life of Pi

  1. antondewantoro says:

    Film yang bagus butuh dana besar. Sekarang film bagus dari Hollywood mulai sedikit, sebaliknya dari negara-negara asia muncul berbagai film bagus salah satunya Life of Pi ini. Ini film psikologis dan butuh banyak kata untuk bercerita, tapi sutradaranya konon bisa mengubah ke bentuk gambar yang indah. Jadi pengen nonton.

  2. Few films feel truly alive,& Life of Pi is one of them..
    film yang bener2 bikin kita…merenung tntang iman & harapan ..
    ane pikir Suraj Sharma sbg aktor yg bner2 pendatang baru jga oke, terutama selama monolognya di akhir2 tuh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s