Gravity

Tetang gravitasi. Apakah yang pertama terlintas di benakmu? Buah apel Newton? Ayolah, percaya saya, itu rekaan belaka. Tidak, saya sekarang ingin bicara tentang film berjudul “Gravity”. Sebuah film yang dibintangi Sandra Bullock dan George Cloney.

20131008-004858.jpg
Sang sutradara membuka film dengan suara keras dan tiba-tiba disusul dengan keheningan yang mengagumkan, berlatar belakang birunya planet bumi.

Awal dan Akhir

Pernahkah anda menengadah ke atas langit malam dan terkagum-kagum melihat indahnya jalinan bintang kabut susu? Pernah teleskop Hubble diarahkan pada sekotak kecil area gelap di angkasa dan hasilnya luar biasa, berjuta-juta bintang lagi terekam ada disitu! Pernah sebuah foto dikirim dari Voyager 1 -sebuah pesawat yang sengaja di kirim ke luar tata surya kita- menjadi terkenal dengan nama “pale blue dot” memperlihatkan bumi yang cuma seukuran satu piksel berwarna biru pudar berlatar belakang gelapnya angkasa. Betapa kagumnya melihat alam semesta ini: melihat binatang dan tumbuhan segala macam, melihat gunung menjulang dan kabut tebal menyelimutinya, melihat matahari, bulan dan bintang, melihat planet-planet berbagai ukuran, dan terutama jika melihat salah satu mahkluk istimewanya bernama manusia.
Big Bang
Menurut penelitian, alam semesta ini mengembang seiring waktu. Jika waktu kita putar mundur sampai pada suatu saat dimana waktu sama dengan nol atau pada awal mula waktu yang diprediksi kira-kira 13 milyar tahun yang lalu, maka seluruh alam semesta ini masih terhimpun dalam satu bentuk tunggal, meskipun ini belum bisa dibuktikan. Jika ada yang mengatakan semesta ini abadi tak berawal maka seharusnya langit ini terang benderang di waktu malam karena sinar dari bintang terjauh sudah sampai sedari dulu. (Update: langit gelap di waktu malam bukan justifikasi yg terlalu bagus, karena alam semesta mengembang, ada efek red shift dimana frekuensi cahaya bergeser ke spektrum yang tidak bisa dilihat mata manusia). Jika kita beranggapan alam semesta ini berawal, maka waktu berawal bersamaan dengan ledakan dahsyat (Big Bang) dari bentuk tunggal itu menghasilkan kabut panas yang kemudian luruh berhimpun membentuk bintang-bintang dan planet serta benda-benda angkasa berkumpulan. Satu kumpulan itu dinamakan galaksi. Masih menjadi misteri tentang apa saja yang terbentuk dari ledakan dahsyat itu, antara lain tentang dark energy atau anti matter misalnya dan perkembangannya. Di perbatasan Swiss-Perancis, tepatnya di Large Hadron Collider (LHC), saat ini tengah dilakukan percobaan-percobaan yang diantaranya bertujuan memecahkan misteri-misteri pembentukan alam semesta.
Demokritus pernah dianggap aneh ketika memprediksi bagian terkecil alam semesta itu berupa atom. Kemudian dengan pemodelan yang lebih mutakhir memang terbukti adanya atom pada jaman Dalton disusul oleh Rutherford. Atom paling ringan adalah hidrogen disusul helium dimana hidrogen mempunyai satu elektron sedangkan helium mempunyai dua elektron. Pada awal mula alam semesta, kedua atom inilah yang bisa terbentuk pada suhu yang sangat tinggi, dan reaksi fusi hidrogen-lah yang kemudian menjadi sumber energi dari bintang-bintang yang terbentuk kemudian. Ketika suhu semakin mendingin barulah terbentuk atom-atom lebih berat dengan jumlah elektron lebih banyak seperti oksigen, besi, emas sampai yang paling berat yang bersifat radioaktif seperti uranium. Atom-atom dengan elektron yang tidak stabil kemudian mencari pasangannya sehingga kemudian terbentuklah pasangan-pasangan atom yang lebih stabil, dan salah satu wujudnya yang menjadi inti kehidupan di bumi ini adalah air yang merupakan pasangan hidrogen dan oksigen. Menurut hipotesa yang paling meyakinkan, pada airlah kehidupan berawal dalam bentuk rantai kimia purba.
Evolusi
Dalam perkembangannya terbentuklah sel tunggal yang berintikan mitokondria yang merupakan pembawa sifat. Sel-sel tunggal ini kemudian bergabung, dan membentuk spesialisasi seperti kulit, pernafasan, perlindungan diri, dstnya. Charles Darwin yang menggegerkan dunia keagamaan mengatakan bahwa mahkluk yang bisa beradaptasi dengan lingkungannya sajalah yang bisa bertahan hidup. Penemuan cara beradaptasi yang cepat pada kehidupan purba adalah dengan hubungan seksual, alih-alih dengan cara aseksual dimana keturunan persis sama dengan induknya. Melalui hubungan seksual, keturunan yang membawa sifat “kuat” atau “cerdik” saja yang bisa survive. Protes muncul ketika Darwin mengatakan sosok manusia, yang mungkin adalah karya adiluhung terakhir, berevolusi dari monyet. Jika rentang waktu dari awal semesta hingga saat ini adalah sepanjang dari ujung tangan kiri hingga ujung tangan kanan, maka sejarah manusia kira-kira barulah sepanjang secuil ujung kuku. Jika manusia terus berevolusi diperkirakan kepalanya akan terus membesar, karena manusia bisa bertahan hidup dengan jalan memutar otaknya.

Berputar-putar
Pada atom, elektron memutari proton dan hampir serupa, planet (termasuk bumi) dan satelitnya beredar memutari bintang membentuk suatu sistem tata surya dimana bintang menjadi pusatnya karena memiliki gaya gravitasi paling tinggi sesuai dengan massanya seperti diajarkan Newton. Sistem-sitem tata surya ini beredar mengelilingi pusat galaksi. Galaksi-galaksi beredar memutari pusat alam semesta, Great Attractor (seperti tarian dervish yang berputar-putar pada sumbunya). Bisa kita bayangkan suatu benda bermassa super di pusat galaksi sana, apalagi di pusat alam semesta kita. Pernah di masa lalu Galileo hampir dihukum oleh gereja karena berteori bumi mengelilingi matahari seperti halnya pendapat Copernicus atau Newton, karena gereja mengikuti pendapat Aristoteles yang berkata bumi-lah yang menjadi pusat alam semesta. Paus John Paul II pernah meminta maaf atas sejarah kelam gereja itu.
Black Hole
Profesor Chandra (namanya diabadikan pada sebuah teleskop) seorang profesor asal India pernah memprediksi kemungkinan adanya suatu objek di alam semesta yang kemudian diberi nama lubang hitam. Dinamakan demikian akibat gaya tariknya yang hebat sehingga cahaya yang melintas di dekatnya juga bisa dihisapnya. Dan memang objek ini terbukti ada, salah satu pembuktiannya adalah dengan melihat efek pembelokan cahaya akibat gravitasi lubang hitam yang sangat kuat, yang kemudian menghasilkan efek pembesaran obyek di belakangnya (seperti kaca pembesar).
Proses pembentukan lubang hitam ini mengingatkan proses terbentuknya alam semesta. Sebuah bintang yang kehabisan energi akan mengembang menjadi sebuah bintang merah raksasa, misalkan bintang itu adalah Matahari maka ia akan mengembang hingga melampaui Jupiter. Kemudian ia akan menyusut dan meledak dahsyat menjadi supernova. Lalu ia akan luruh membentuk bintang baru berupa bintang neutron yang ukurannya lebih kecil dari ukuran Matahari semula. Jika ada bintang yang memiliki massa tiga kali atau lebih dari massa matahari, maka sesudah ledakan ini ia akan runtuh tenggelam oleh daya tariknya sendiri membentuk suatu singularity atau kesatuan identik yang dinamakan lubang hitam. Singularity ini sendiri menjadi sebuah paradoks karena disitu hukum-hukum alam tidak berlaku lagi. Penemuan-penemuan terbaru memperlihatkan kemungkinan-kemungkinan bahwa pusat beberapa galaksi adalah lubang hitam bermassa super (super massive blackhole).
Life
Usaha untuk mencari bentuk-bentuk kehidupan lain di alam semesta ini sudah dan terus dilakukan. Antara lain mengirimkan pesawat tak berawak ke luar tata surya membawa pesan-pesan atau simbol-simbol, memancarkan gelombang-gelombang radio ke luar angkasa, dan memonitor gelombang-gelombang radio dari luar angkasa.
Terbentuknya kehidupan di Bumi ini, apalagi sampai adanya mahkluk berakal seperti manusia benar-benar merupakan peristiwa yang muncul dari peluang yang diperhitungkan sangat kecil di alam semesta ini, dengan melihat berbagai faktor seperti jarak dari Matahari, ukuran planet, terbentuknya air dan atmosfer, sampai pada munculnya sosok manusia. Pada ranah Teologi, Thomas Aquinas mengajukan tawaran jawaban antara lain Jalan Besar dan Energi Awal, yaitu rencana dari dan energi yang bersumber dari Sang Ilahi, namun ini pada akhirnya tentu akan kembali pada pengalaman rohani setiap individu. Meski demikian manusia sebagai mahkluk yang selalu ingin tahu dan tidak pernah merasa puas tentu saja akan terus mencari dan mencari apa sebenarnya yang terjadi sebelum awal dan bagaimana nanti akhir dari alam semesta ini.

Happy New Year MMXI 😀

Update picture: 20110110

Update 20110114: Black hole berukuran 6,6 milyar kali matahari!

Update 20110203: Kalo tertarik coba baca buku Rancang Agung (The Grand Design) karangan Stephen Hawking dan Leonard Mlodinow

Sun say “Halo” to Pontianak

Hari ini 11 Juni 2010 Pontianak menyaksikan salah satu fenomena alam yang jarang terjadi yaitu Halo, suatu fenomena optis dimana matahari terlihat seperti bercincin lingkaran sinar gemerlap. Menurut Wikipedia, fenomena ini terjadi karena kristal es yang terbentuk pada awan cirrus dengan ketinggian berkisar 5-10 km di troposfer. Pembiasan cahaya matahari pada lapisan ini kemudian menimbulkan efek halo bagi pengamat di tempat tertentu.

Halo dari balkon

Teman memotret fenomena halo

Halo di atas Pontianak

*Foto diambil menggunakan Canon EOS 1000D