Negara Bahan Mentah vs Negara Barang Jadi

Iseng-iseng aja bandingin barang-barang ekspor beberapa negara.
Pertama negara kita Indonesia. Terlihat kita banyak sekali mengekspor bahan mentah hasil tambang dan perkebunan. Negara yang pertumbuhan ekonominya sedang pesat, sepesat korupsinya.
767px-Indonesia_Export_Treemap

Agak mirip polanya dengan Brazil sesama negara berpenduduk padat, dan sesama negara dengan ekonomi yang sedang berkembang pesat.
770px-Brazil_Export_Treemap

Negara tetangga kita Malaysia lebih maju ternyata, banyak barang ekspornya adalah barang jadi.
767px-Malaysia_treemap

Jerman jelas lebih keren lagi ekspornya.
770px-Germany_Product_Export_Treemap

Juga Swiss, negara yang bisa dibilang minim SDA tapi kaya SDM.
767px-Malaysia_treemap

Dari Asia ada Jepang yang menyamainya.
767px-Japan_Product_Export_Treemap

China mungkin akan melebihi Jepang dalam waktu dekat.
767px-China_Export_Treemap

Sementara negara-negara Midle East sangat tipikal dengan pola Arab Saudi berikut, menciptakan generasi kaya raya tapi manja.
767px-Saudi_Arabia_Export_Treemap

Ada yang bilang punya kekayaan alam adalah kutukan. Ada benarnya. Contoh paling nyata adalah negara Timur Tengah, kaya minyak, tapi juga kaya konflik berdarah di tengah pusaran banyak kepentingan. Atau menciptakan generasi manja saking kebanyakan duitnya. Indonesia juga mungkin punya generasi manja kayak begitu saking suburnya tanahnya. Semoga suatu saat nanti kita minimal bisa kayak China, kaya SDA dan SDM nya berkembang pintar menopang visi jangka panjang pemerintahnya. Apalagi kalau rata-rata SDM kita bisa secanggih Swiss atau Jerman, mungkin kita adalah salah satu negara Super Power saat itu benar terjadi.

Legend

Invest, Invest and Invest

Terima kasih telah berkunjung kemari dan jika anda sekarang masih sekolah atau kuliah, anda beruntung. Jika sudah kepala tiga ke atas, yah gak apa-apa buat sharing pengalaman hehehe..

Saya dulu termasuk anak muda yang kurang melek perencanaan keuangan dan investasi. (Terdengar membosankan, huh?) Bagi saya dulu, hidup ini adalah permainan yang harus dinikmati. Implikasinya yang datang kemudian antara lain berhubungan dengan financial plan itu. Tahun-tahun terakhir ini baru terasa ketika hidup perlu lebih diseriusi. Tapi tentu saja saya tidak pernah menyesali pengalaman hidup saya kemarin 😀

So hereby, saya ingin menganjurkan saja. Jika anda sudah mulai berpenghasilan sendiri (ataupun penghasilan dari ortu) segeralah memikirkan investasi yang menguntungkan anda. Karena nantinya anda akan berkeluarga (implikasinya banyak) ataupun mewujudkan impian anda lainnya.

Menentukan Target

Target misalkan membeli kendaraan apa, membeli rumah apa dan dimana, liburan kemana, menikah kapan, membangun usaha apa. Dari target paling tidak sudah terbayang keperluan biaya sehingga bisa di plan model investasinya seperti apa. Dan mewujudkan target lebih baik jika terfokus pada target tertentu yang ingin dicapai terlebih dulu.

Pilihan Investasi

  1. Salah satu cara konvensional adalah dengan Tabungan dan Deposito. Tapi menurut ahlinya, bunga tabungan dan deposit saat ini masih kalah dengan laju inflasi yang rata-rata 5,5 – 6% per tahun. Sedangkan bunga tabungan 5 – 7% dan bunga deposit 6 – 8% per tahun.
  2. Menyimpan dalam bentuk Emas. Entah kenapa harus emas padahal uranium lebih berharga hehehe.. Jangan ragu untuk membeli emas karena untung jangka panjang pasti naik. Per tahun kenaikannya sekitar 20%. Pantas jika disebut sebagai Safe Haven. Pola sedikit berubah ketika terjadi krisis ekonomi dunia dimana harga emas akan naik, atau, malahan turun jika dollar US  lebih menjanjikan. Tapi untuk jangka panjang, tren-nya adalah naik. Ada kisah, pernah Nabi Muhammad SAW memberikan 1 Dinar emas kepada sahabatnya untuk di belikan 1 ekor kambing. Sama persis dengan tahun 2012 ini (1 Dinar emas = 2,5 juta rupiah).  Jadi, dari jaman belom ada rupiah sampai sekarang, nilai emas itu tetap. (minjam contoh yang investasi Dinar :D). Sekarang Antam melayani antar barang ke tempat pembeli di kota tertentu.
  3. Yang lebih berisiko adalah Reksadana. Mutual Fund bahasa Inggrisnya. Reksadana adalah pengelolaan uang anda oleh Manajer Investasi dalam bentuk saham, surat utang, dll. Jenisnya antara lain Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Campuran, dan Reksadana Saham. Paling akhir paling besar resikonya dan tentu saja bisa paling besar juga pendapatannya. Sebagai contoh reksadana saham, kenaikan pertahun tergantung kondisi pasar saham dan Manajer Investasinya. Ada yang bisa mencapai 30% per tahun. Dan lebih besar lagi keuntungannya jika semakin lama diinvest. Pemilihan waktu masuk juga lumayan berpengaruh, paling menguntungkan ketika masuk disaat pasar-pasar saham lagi rontok karena untuk jangka panjang pasti akan naik. Bahkan sekarang pun ada Reksadana Syariah.
  4. Lebih menguntungkan lagi adalah bermain Saham namuntentu saja resikonya pun lebih tinggi. Jika tertarik, sekarang banyak perusahaan sekuritas (seperti IPOT dan eTrading) yang menyediakan skema online dimana anda bisa memutuskan sendiri kapan harus membeli atau menjual saham apa, lebih efisien jika dibandingkan dengan sistem dimana kita harus menghubungi broker terlebih dahulu. Bahkan sekarang saya dengar dari teman,dengan modal minimal Rp 100.000 sudah bisa bertransaksi saham di IPOT. Keuntungan tergantung skill anda. Ada pemain saham yang bertipe trader (short term), ada bertipe invest (midle atau long term).
  5. Paling baik adalah berinvestasi Properti entah dalam bentuk tanah, rumah, apartemen, dan sebagainya. Tapi modal yang dibutuhkan tentu saja lebih besar.
  6. Asuransi kesehatan apakah termasuk investasi? Menurut saya iya. Investasi kesehatan. Apalagi melihat biaya pengobatan sekarang ini makin mahal.

Nah, sesudah selesai merencanakan pos-pos investasi anda, barulah anda memikirkan biaya untuk bersenang-senang dan bersuka ria 😀