Books That Stuck in My Mind

Akhir-akhir ini semakin jarang sekali membaca buku, salah satu penyebabnya kayaknya makin mudah bermain-main di dunia maya sepanjang waktu. Padahal perkembangan penerbitan setelah reformasi sungguh luar biasa. Persebaran ide melalui media cetak apapun bentuknya lebih mudah saat ini. Seandainya saja dari dulu begini..

Iseng-iseng saya coba mengingat-ingat lagi buku apa yang paling berkesan bagi saya, dan mungkin sekali telah mempengaruhi pikiran saya..

1. Seri Winettou – Karl May
Pernah ingat album cerita ternama? Ya, untuk memanjakan anak-anak, sebuah penerbit pernah menerjemahkan novel-novel dunia ke dalam bentuk komik, dan saya paling suka kisah Winetou. SerigalaSaya ingat betul waktu belum bisa membaca, Mama yang membacakan ceritanya.  Setelah bisa membaca akhirnya kesampaian membaca novel Winettou terbitan Pradnya Paramitha, minjem di perpustakaan susteran. Diantara teman-teman banyak penggemar buku ini, jadilah temanya sering sekali dijadikan tema main tembak-tembakan meniru para cowboy dan Indian dan tema menggambar. Tokoh Old Shatterhand paling sering diperebutkan perannya. Untuk anak-anak ceritanya memang cocok sekali, dan bagusnya disitu juga terselipkan pesan-pesan humanis lewat kisah pertemanan Winettou dan Old Shatterhand.

2. Tintin – Herge
Benar-benar komik yang menambah wawasan anak-anak dengan cara yang menarik, dari Tibet, Arab, Eropa Timur, sampai ke Amerika Latin. Tokoh favorit tentu saja Kapten Haddock. Paling ingat waktu acara di radio dia berjanji berhenti minum whisky. Selesai acara dia disuguhi minuman dan dia hampir muntah! “Minuman apa ini!??” katanya. Ternyata air putih..kekekeke..geblek banget nih orang 🙂

3. Lima Sekawan – Enyd Blyton
Enyd Blyton, nama yang menghiasi hampir semua buku anak-anak waktu itu. Petualangan George, Anne, Julian dan Dick benar-benar mengesankan  saya dulu. Apalagi tema mereka itu selalu tentang liburan dan selalu secara nggak sengaja nyemplung ke dalam masalah berhadapan dengan penjahat-penjahat.

4. Hercule Poirot – Agatha Christie
Padahal dulu membaca buku ini selalu saja isinya cepat terlupakan. Tapi selalu saja asik ketika mencapai bagian dimana tuan Hercule Poirot yang kecil dan rapi mulai menjelaskan kronologi peristiwa, dimana dengan bantuan “sel-sel kelabunya” ia berhasil memecahkan kasus dengan hasil yang selalu saja tak terduga!

5. Lupus – Hilman.
Buku ringan yang enak dibaca. Buku bergaya pop pertama di Indonesia (?), lucu banget dan banyak sekali kisah harunya yang meski simpel tapi menggetarkan, sampe sekarang kalo nemu di toko buku masih suka beli. Dari buku inilah pertama kenal yang namanya Blok M tempat Lupus, Boim dan Gusur ngejar-ngejar bis kota.

6. Klub Ilmuwan Edan
Saya suka sekali buku ini dulu. Tentang sekumpulan anak muda yang suka bereksperimen dan membuat alat-alat yang sering dipakai buat ngerjain orang. Kepingin baca buku-buku ini lagi kalau ketemu.

7. Papillon
Saya baca buku ini waktu umur mungkin belom cukup dewasa jadi banyak adegan yang cukup melekat karena benar-benar out of the box bagi saya waktu itu. Kisah nyata seorang tahanan Perancis. Awal cerita saja sudah tentang menyimpan uang dalam selongsong peluru lalu dimasukkan ke usus lewat dubur. Lalu tentang bagaimana mereka menghabiskan masakan daging kelinci sang sipir dan menggantikannya dengan daging kucing. Atau perkawinan dalam pelariannya dengan gadis Indian yang pakaiannya tanpa penutup dada. Pengen banget ketemu buku ini lagi dan baca ulang.

8. Ekspedisi Kon Tiki
Kisah nyata Kon Tikiperjalanan pembuktian teori bahwa orang Indian mampu menyeberangi Samudera Pasifik menggunakan rakit balsa hingga ke pulau-pulau Laut Teduh. Sekumpulan orang Skandinavia yang berani!

9. Dataran Tortilla – John Steinbeck
Yang paling saya sukai dari buku ini adalah gayanya yang lucu sarkastik, orang NTT bilang lucu-lucu kering. Penggambaran kondisi sosial masyarakat dengan cara yang unik sekali menurutku. Bahkan rasispun menjadi lucu sekali. Lucu-lucu kering dalam sedihnya kehidupan. Level buku ini juga harus nyari lagi dan baca ulang!

10. Harimau! Harimau! – Mochtar Lubis
Kisah tentang sekelempok orang dengan karater masing-masing terperangkap di hutan dan menjadi buruan seekor harimau. Pertarungan melawan batin dan melawan harimau.

Keinginan Yang Terpendam

Masa kecil sepertinya adalah masa dimana imajinasi kita terbang begitu tinggi. Banyak sekali hal yang ingin kita lakukan dulu sewaktu kecil, entah terinspirasi dari cerita di buku ataupun kisah film.Mulai dari rumah pohon, bertualang kemana atau bikin peralatan (baca:mainan) sendiri.

Waktu saya masih SD, ketika saya sedang membaca majalah anak-anak (lupa judulnya), tiba-tiba mata saya terpaku pada sudut halaman. Sebuah iklan. Iklan tentang sebuah buku bagaimana merakit pesawat radio control. Wah, ini dia! Saya langsung tertarik banget! Majalah itu langsung saya simpan baik-baik, lalu saya minta restu bapak untuk menulis surat ke alamat yang tertera di iklan itu (Jaman SD belum kenal yang namanya e-mail, facebook, dan lain2 hehehe..). Hati berbunga-bunga waktu surat itu akhirnya resmi terkirim di kantor pos.

Di tunggu-tunggu kok balasannya tidak kunjung datang? Seminggu. Dua minggu. Tiga minggu lewat. Tiba-tiba, sewaktu sedang asik-asiknya bermain, ada tetangga lewat yang kebetulan dari kantor pos.

“Woi..rob! Ada surat nih!”

“Mana?”

Penuh semangat saya berlari menghampiri sambil tertawa lebar.  Amplop surat itu kok sepertinya saya kenal? Ternyata pengirimnya adalah saya sendiri dan disitu ada cap : REJECTED! Alamat tidak ditemukan. Huaaaa..saya tertunduk lesu. Kalau istilah kata jaman sekarang mungkin waktu itu bisa dikatakan saya galau tingkat bratt hehehe..Pupus sudah harapan saya waktu itu.

Dan kini saudara-saudara, setelah belasan tahun berlalu, saya telah memutuskan, saya akan menghidupkan lagi cita-cita saya waktu itu !!

Mari Menggambar

Dulu saya senang liat Pak Tino Sidin di tivi hitam putih TVRI (anak-anak sekarang enak bener ya udah ada tipi elsidi lebar nontonnya National Geographic, HBO dll..) Kemaren iseng-iseng nggambar2, ini hasilnya. Bagus, kata Pak Tino Sidin.

Old Punker

Malaikat Maut

Bob Marley atau Mbah Surip?

Poni Lempar

Pengantar Mawar

Self Drawing

media: bolpen biru diatas kertas