Man vs Software

Dah lama ga update blog ini 😀

Yup sekarang saya mau bahas tentang SON yaitu Self Organizing Network. Its about automatic software.

Saya jadi ingat dulu pertama kali bekerja di dunia telekomunikasi, kami diberi tugas oleh koordinator kami untuk membuat program menggunakan Macro VB Excel. Latar belakangnya adalah kami punya rutinitas kerjaan dan tugas yang berulang setiap waktu dan hari. Dan koordinator kami mempunyai ide bagaimana menekan pengulangan kerjaan secara manual digantikan program yang mengeksekusi rutinitas itu secara otomatis dan jauh lebih cepat dengan hanya menekan tombol setelah mempersiapkan input! Pekerjaan jauh lebih cepat, efisien, efektif, bahkan mengurangi kesalahan atau error. Kata kuncinya disini adalah : Cepat dan Error Reduction yang berujung pada Cost Efficiency dan Kredibilitas. Saya berterima kasih kepada jasa koordinator itu, dalam kerjaan saya selanjutnya ilmu ini sangat membantu.

SON

Nah SON ini saya pikir sama persis idenya dengan latar belakang diatas, dan SON bener-bener akan sangat powerful ketika sistemnya sudah lengkap dan sempurna nantinya. Beberapa fungsinya misalnya:

  • Paramater Consistency Check
  • Automatic Neighbor Relation
  • Layer Management System
  • Reuse Code Optimization
  • Coverage and Capacity Optimization
  • Load Balancing
  • Mobility Robustness
  • Automatic Parameter Optimization
  • Carrier Aggregation Optimization
  • VOLTE Optimization
  • dan masih banyak lagi..

SON diagram

 

Input untuk SON adalah parameter fisik seperti tinggi antenna, azimuth, tilting, dikombinasikan dengan counter-counter dari network yang disimpan dalam sebuah database juga parameter-parameter dari sebuah system. Sebuah program kemudian akan berjalan dalam sebuah server yang kemudian melakukan komputasi berdasarkan input-input ini. Analisis yang dulu dilakukakan manual oleh manusia kini bisa dilakukan lebih cepat, komprehensif dan masif dan menghasilkan ouput rekomendasi yang bisa diterapkan ke sistem menghasilkan sistem dan network yang lebih baik. Keterbatasannya adalah computing power dan input, karna dalam sistem otomatis seperti ini prinsipnya adalah Garbage In Garbage Out, inputan sampah keluarannya juga sampah.

Ya, sebagai tenaga kerja, persaingan kita kini tidak terbatas pada sesama tenaga kerja tapi juga dengan mesin dan software 😀 Fungsi manusia sekarang tinggal decision maker, desain, dan penginput. Jadi untuk tetap eksis sepertinya kita harus siap jadi decision maker, desainer, dan inputer yang mau ga mau harus ngerti alur cara berpikir dan komputasi SON juga output yang benar.

Dan saya yakin fungsi manusia yang di-disrupt oleh software tidak hanya terjadi di bidang telekomunikasi tapi juga di semua bidang.

Sudah siapkah kita bersaing dengan mesin dan software?