RED 2

Retired and Extremely Dangerous bagian ke 2

red 2

Mereka adalah mantan agen rahasia kenamaan dunia:
Bruce Willis – Frank – CIA
John Malkovich – Marvin – CIA
Helen Mirren – Victoria -MI6
Catherine Zeta-Jones – Katja – KGB

Pemeran pendukung:
Anthony Hopkins – Bailey – Ilmuwan Amerika
Mary-Lousie Parker – Sarah – Pacar (Istri?) Frank
Byung-hun Lee – Han Cho Bai – Ex Tentara China?
etc

>>Kemana aja diriku belom nonton RED (2010)?

Film ini dimulai dengan bocornya sebuah dokumen rahasia di internet melalui Wikileak. Sebuah dokumen tentang sebuah senjata rahasia yang tetap tersembunyi di Moscow sejak era perang dingin. Kontan agen-agen rahasia dunia pada kebakaran jenggot dan perlombaan mendapatkan senjata ini dimulai (termasuk didalamnya: Iran).

Film ini mencampurkan komedi dan action dengan bagusnya. Setiap pemain sukses menyumbang bagian-bagian lucu sepanjang film, terutama karakter konyol Sarah dan Marvin sukses diperankan dengan baik. Tidak kalah kerennya adalah bagian-bagian aksi laganya terutama perkelahian antara Frank dan Han (catatan: kemunculan Han membuat cewek-cewek di bioskop agak histeris, huh, cewek-cewek memang mudah ditipu dengan six pack). Momen epicnya adalah ketika Han ngedrift mobil sport ketika dikejar, dan disampingnya Victoria menembak lewat dua jendela depan, dimana adegan ini diputar dengan slow motion style dan musik rock mengaum! (Intinya di musik rock-nya itu kayaknya).

Sayangnya Catherine Zeta-Jones di film ini terlihat sudah menua, tapi percayalah, film ini menghibur..

Life of Pi

Saya pernah melihat buku dengan judul yang sama di toko buku tapi gak tertarik membacanya, eh ternyata sekarang malah sudah difilmkan. Film ini bercerita tentang sebuah keluarga dari India yang beremigrasi ke Kanada dengan membawa serta milik mereka yang mungkin bisa dijual di Kanada yaitu hewan-hewan seisi kebun binatang. Kapal yang mereka tumpangi kemudian terjebak badai hebat di Samudera Pasifik lalu akhirnya karam diterjang ombak besar.

Dan dimulailah petualangan Pi yang berhasil bertahan di atas sebuah sekoci gara-gara sikap kritis dan rasa penasarannya. Jika Robinson Crusoe (tokoh rekaan Daniel Defoe) sibuk bertahan hidup di daratan maka Pi lebih banyak menghabiskan waktunya bertahan hidup di atas sekoci bersama seekor harimau Bengali yang kharismatik. Kisah dua mahkluk yang tersisa diatas sekoci ini dimulai sesudah pertarungan mematikan antara seekor hyena, zebra, orang utan, dan sang harimau.

Selanjutnya film ini mengalir seperti membawa kita berada dalam sebuah negeri dongeng. Penguatan emosi lewat gemerlap bintang bercahaya samar berpendar-pendar di langit malam, atau kedalaman laut gelap kelam biru tua dihiasi pendar cahaya mistis ubur-ubur dan mahkluk laut lainnya, atau ganasnya badai di lautan terbuka membuat film ini mungkin lebih baik jika ditonton versi 3D nya. Saya suka sekali permainan dengan cahaya-cahaya mistis ini.

Life of Pi

Jujur saja kisahnya tidak terlalu menarik, saya pribadi lebih suka cerita Robinson Crusoe. Tapi ketika sampai pada akhir film, apabila kita mau mengandaikan bahwa Pi adalah sang harimau itu sendiri, barulah betapa tersadarnya kita akan perjuangan bertahan hidup dan terutama pergulatan batin seorang pemuda bernama Pi itu yang malahan bukanlah tentang bertahan hidup diatas laut itu sendiri tetapi bahkan terentang hingga mempertanyakan kemanusiaan dalam kehendak Tuhan. Kuasa hukum kapal yang mendengar kisah dua versi itu sadar betapa sedihnya sesungguhnya yang terjadi.

Well, ini pendapat gue saja, kalau elo elo pade nonton mungkin punya pendapat masing-masing 🙂